Menjaga Kualitas Benih Kedelai Serta Benih Kacang Tanah Secara Sederhana dan Murah


Menyimpan maupun mengirim benih kedelai maupun kacang tanah di daerah tropis sering menjadi masalah tersendiri. Kondisi udara yang lembab dan tingginya suhu menyebabkan benih kehilangan kemampuan untuk berkecambah dengan cepat. Ada banyak Teknik penyimpanan benih, mulai dari bank-bank benih berstandar teknologi tinggi sampai kepada metode-metode sederhana yang digunakan oleh penduduk pedesaan untuk menyimpan benih mereka sendiri. Semua memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, tetapi pada saat kita ingin menyeimbangkan antara biaya dan sumber daya, metode mana yang benar-benar paling efektif? Hal inilah yang perlu kita pikirkan dan kita cari literature yang cocok.
Penyimpanan benih merupakan suatu usaha untuk mempertahankan mutu benih sampai benih tersebut ditanam oleh petani. Penyimpanan benih di daerah tropis sering mengalami kendala terutama karena masalah kelembaban yang tinggi dan fluktuasi suhu. Benih bersifat higroskopis dan kadar airnya selalu berkeseimbangan dengan kelembaban nisbi di sekitarnya. Pemilihan jenis kemasan yang baik harus disesuaikan dengan tipe benih, suhu dan RH ruang simpan, kadar air awal, lama simpan dan tujuan akhir penyimpanan.
Menurut Roberts, 1973, tiga faktor utama yang menentukan kecepatan kerusakan benih dalam penyimpanan adalah: tekanan oksigen (jumlah oksigen yang ada bersama benih dalam penyimpanan), kandungan kadar air dalam benih, dan suhu.
Dari informasi diatas kemungkinan metode penyimpanan yang mudah adalah melakukan penyegelan vacuum dan juga pengaturan suhu simpan dari benih tersebut. Penyegelan vacuum yang dimaksud adalah metode kemasan yang menghilangkan udara dari paket sebelum di sealing/press. Metode ini bisa digunakan secara manual ataupun otomatis seperti memasukan produk kedalam kantong plastik vacuum, mengeluarkan udara dari dalam plastik dan penyegelan plastik. Pengemasan plastik vakum diharapkan menggunakan plastik dengan ukuran yang pas sesuai dengan bentuk produk yang akan dikemas.
Beberapa literature dan percobaan yang dilakukan beberapa instansi maupun perseorangan mendapatkan hasil yang relatif sama diantaranya:
  1. ECHO Asia Notes (Penyegelan Vakum Vs. Pendinginan: Mana cara paling efektif untuk menyimpan benih?) mendapatkan hasil bahwa kombinasi antara penyegelan vakum dan pendinginan dapat turut menjaga tingginya kualitas benih yang disimpan. Jika Anda terpaksa harus memilih salah satu teknik penyimpanan, maka penyegelan vakum saja umumnya lebih efektif dari pada pendinginan saja. Hindari menyimpan benih dalam kemasan yang mudah menyerap air (seperti kemasan kertas) di dalam lemari es/lemari pendingin karena akan menurunkan daya hidup benih yang di simpan. 
  2. Hasil penelitian Asri Insiana Putrid an Jayusman menunjukkan berdasarkan nilai indeks vigor, teknik vakum ultradry memberikan hasil 86% lebih tinggi dibandingkan tanpa vakum, yaitu pada kelembaban 20%, waktu inkubasi 12 minggu dengan suhu 5 C.
  3. Hasil penelitian Indartono menyimpulkan bahwa Penyimpanan benih kedelai selama tiga bulan dengan perlakuan tehnik pengemasan plastic kedap udara memberikan rata-rata daya berkecambah lebih baik dari pada tanpa vakum meskipun secara statistic dengan uji Duncan α=95% tidak berbeda nyata untuk semua varietas.
Beberapa penelitian diatas menunjukkan bahwa vacuum dapat mempertahankan dan menjaga lebih lama kualitas benih-benih yang ada.
Benih kedelai varietas wilis klik disini
Benih kedelai varietas anjasmoro klik disini
Benih kacang tanah varietas gajah klik disini
Benih kacang tanah varietas garuda klik disini 
Bibit benih bawang merah varietas bauji klik disini 
Bibit benih bawang merah varietas tajuk klik disini

No comments

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan